A Modest Proposal: Anak-anak menjadi korban kekejaman mereka demi meningkatnya kehidupan di Irlandia

A Modest Proposal merupakan sebuah esai karya Jonathan Swift yang diterbitkan pada tahun 1729. Swift melihat betapa hancurnya pemerintahan tersebut karena telah melakukan berbagai cara untuk mencapai segala keinginanya dalam menjajah Irlandia, lagi-lagi anak-anak yang telah menjadi korban kekejaman mereka demi meningkatnya kehidupan mereka. Akibat dari pengaruh jajahan Inggris tersebut, mereka melakukan penjualan bayi-bayi mereka yang sudah mereka bunuh sekitar dua puluh ribu bayi yang telah mereka bunuh untuk dijadikan makanan selayaknya daging-daging hewan seperti biasanya yang didalamnya mengandung unsur-unsur yang berhubungan dengan kemasyarakatan mengenai politik, ekonomi, social dan moral seperti dalam kutipan,

“I THINK it is agreed by all parties, that this prodigious Number of Children in the arms, or on the backs, or at the Heels of their Mother, and frequently of their Father. Is in the present deplorable State of the Kingdom, a very great additional Grievance; and therefore, whoever could find out a fair, cheap, and easy method of making these Children sound and useful Members of the Commonwealth, would deserve so well of the publick, as to have his statue set up for a presenver of the Nation.”

Sangat mengerikan hal yang terjadi di Irlandia tersebut, di mana akibat kemiskinan tersebut pemerintahannya telah menerapkan beberapa metode untuk menanggulanginya, salah satunya dengan cara mengurangi pertumbuhan anak-anak dengan cara menggugurkannya ketika masih dalam kandungan dan membunuh anak-anak yang tumbuh pada masa itu. Untuk memperjelas bahwa keadaan tersebut telah menimbulkan berbagai macam hal, segala kehidupan sangat terancam terutama anak-anak, dimulai ketika seorang wanita itu sendiri harus menggugurkan kandungannya agar tidak ada peningkatan populasi sekaligus untuk memperbaiki tingkat ekonominya, anak-anak pada saat itu harus dibunuh dan dijual.

“There is likewise another great Advantage in my Scheme, that it will prevent those voluntary Abortions, and that horrid Practice of Women murdering their Bastard Children; alas! Too Frequent among us; sacrificing the poor innocent Babes, I doubt, more to avoid the Expence than the Shame; which would move Tears and pity in the most Savage and inhuman Breast.”

Begitulah pemerintahan yang ada di Irlandia pada saat itu, segala macam telah diterapkan untuk mengubah keadaan ekonomi yang sangat kacau dinegara tersebut. Seolah-olah tidak ada cara lain untuk menanggulanginya, sehingga Swift semakin merasa benci terhadap pemerintahan dan aturan yang ada dinegara tersebut.

Tone yang ada dalam karya Swift ini adalah kemarahan, kejengkelan dan irony yang di padukan dengan cara satire atau sindiran. Satire itu sendiri adalah gaya bahasa sindiran yang diperhalus. Ia menyindir keadaan Irlandia yang kacau pada saat itu. Sebagai mana kutipan di paragraf awalnya,

“IT is a melancholly Object to those, who walk through this great Town, or travel in the Country; when they see the Streets, the Roads, and Cabbin-doors crowded with Beggars of the Female Sex, followed by three, four, or six Children, all in Rags, and importuning every Passenger for an Alms. These Mothers, instead of being able to work for their honest Livelyhood, are forced to employ all their Time in stroling to beg Sustenance for their helpless Infants; who, as they grow up, either turn Thieves for want of Work; or leave their dear Native Country, to fight for the Pretender in Spain, or sell themselves to the Barbadoes.”

Sindirannyapun tidak berhenti sampai disitu, ternyata Rakyat Irlandia itu sendiripun merasakan satire Swift yang ada di dalam essay, Swift menulis

“I can think of no one objection that will possibly be raised against this proposal, unless it be urged that the number of people will be thereby much lessened in the kingdom”.

Kemiskinan dan kesengsaraan Rakyat Irlandia membuat mereka frustasi dan hilang arah, bahkan tidak peduli siapa yang menindasnya, dalam kutipan ini Swift mengajak Rakyat untuk sadar dan bangkit, bahwa jika kalian diam saja, kehancuran akan jauh dari depan mata kalian.

Karena masalah Irlandia merupakan duri terdalam bagi Inggris, persoalan pokok diperberat lagi dengan perbedaan agama dan dengan adanya pemukiman protestan asal Inggris dan Skotlandia. Persoalan pokok disini adalah dimana Irlandia merasa tidak senang untuk hidup sebagai bangsa taklukan. Pun dengan perlakuan-perlakuan tidak adil dan kejam yang dilakukan oleh Inggris kepada Irlandia. Dimana akhirnya ia membuat essay sindiran untuk pemerintahan Irlandia itu sendiri.

Referensi:

https://www.academia.edu/7970244/Literary_analysis_of_Swifts_Modest_Pro

http://ryanhidayat41.blogspot.com/2011/05/potret-suram-irlandia-dalam-modest.html?m=1

https://www.shmoop.com/study-guides/literature/a-modest-proposal/analysis

https://www.britannica.com/topic/A-Modest-Proposal

https://www.gutenberg.org/files/1080/1080-h/1080-h.htm

https://study.com/academy/lesson/jonathan-swifts-a-modest-proposal-summary-analysis-quiz.html

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

Leave a Comment