A Moveable Feast; “A Good Café on the Place St.-Michel” karya Ernest Hemingway

Tulisan Ernest Hemingway ini menceritakan tentang dirinya ketika pergi ke Paris bersama istrinya. Terlihat kalimat pembuka di paragraf pertama dibawah ini pada kalimat ketiga diawali dengan “we” yang dimaksud adalah untuk mereka.

“Then there was the bad weather. It would come in one day when the fall was over. We would have to shut the windows in the night against the rain and the cold wind would strip the leaves from the trees in the Place Contrescarpe.”

Namun, untuk pembukaan buku ini, tulisan Hemingway terasa suram. Ia mendeskripsikan kota tersebut keras, seperti tertekan dan putus asa. Dan memperkenalkan tulisannya dengan tema negatif pada tulisannya seperti kesedihan, kemiskinan dan kemabukkan. Seperti dalam kutipan, “The Café des Amateurs was the cesspool of the rue Mouffetard, that wonderful narrow crowded market street which led into the Place Contrescarpe. The squat toilets of the old apartment houses, one by the side of the stairs on each floor with the two cleated cement shoe-shaped elevations on each side of the aperture so a locataire1 would not slip, emptied into cesspools which were emptied by pumping into horse-drawn tank wagons at night.”

Hemingway menulis tulisan ini di tahun 1922 ketika ia berusia 22 tahun. Seperti dalam kutipannya, “I looked at her and she disturbed me and made me very excited. I wished I could put her in the story, or anywhere, but she had placed herself so she could watch the street and the entry and I knew she was waiting for someone. So I went on writing. The story was writing itself and I was having a hard time keeping up with it. I ordered another rum St. James and I watched the girl whenever I looked up, or when I sharpened the pencil with a pencil sharpener with the shavings curling into the saucer under my drink.” Hemingway rajin mencatat perubahan kecil, yang sering kali tidak dapat dijelaskan dalam suasana hati yang menyertai keberadaan biasa. Bagian ini menggambarkan cara di mana suasana hati kita terhubung ke lingkungan kita, dan itu menunjukkan bahwa tempat, benda, dan orang-orang dapat mempengaruhi emosi kita dengan cara yang mengejutkan.

Bagi Hemingway, tindakan menulis, minum, dan menonton gadis yang ada di cafe menjadi terkoneksi, seperti menciptakan momentum yang mendorongnya untuk terus maju sampai cerita selesai. Perbandingan antara selesai menulis cerita dan berhubungan seks menyoroti sensual, sifat erotis adegan di kafe. “I’ve seen you, beauty, and you belong to me now, whoever you are waiting for and if I never see you again, I thought. You belong to me and all Paris belongs to me and I belong to this notebook and this pencil. Then I went back to writing and I entered far into the story and was lost in it. I was writing it now and it was not writing itself and I did not look up nor know anything about the time nor think where I was nor order any more rum St. James. I was tired of rum St. James”

Perasaan adalah tempat yang penting untuk tulisannya. “After writing a story I was always empty and both sad and happy, as though I had made love, and I was sure this was a very good story although I would not know truly how good until I read it over the next day.” Dia membutuhkan jarak fisik dan psikologis dari suatu tempat, dan pengetahuan yang mendalam untuk menuliskannya secara menyeluruh.

Paris dalam A Moveable Feast adalah salah satu contoh setting terbaik sebagai karakter. Paris memiliki ciri khas seperti keinginan dan kebiasaan kelompok besar orang menginformasikan kepribadian kota. Seperti yang dilakukan Hemingway, mengapa harus diceritakan.

Tatie adalah panggilan Hemingway dari istrinya. Tatie atau Hemingway menulis seperti jatuh kedalam cerita dan tersesat dengan membayangkan gadis yang berada di cafe. Ia telah menulis bahwa ia melihat gadis itu cantik dan merasa memilikinya. Hal ini ditulisnya dalam kutipan,”I’ve seen you, beauty, and you belong to me now, whoever you are waiting for and if I never see you again, I thought. You belong to me and all Paris belongs to me and I belong to this notebook and this pencil.”

Tatie menulis sambil meminum rum St. James dan merasa bosan ketika ia membaca paragraf terakhir dan menemukan bahwa gadis itu sudah tidak ada. Dia pergi. Tatie merasa sedih. Ia berharap gadis itu pergi dengan pria yang baik. Akhirnya Tatie menutup cerita di buku catatan dan memasukkan ke dalam saku.

Reference:
A Moveable Feast karya Ernest Hemingway.

https://www.coursehero.com/lit/A-Moveable-Feast/a-good-café-on-the-place-st-michel-summary/

https://www.litcharts.com/lit/a-moveable-feast/chapter-1-a-good-cafe-on-the-place-st-michel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

Leave a Comment