Gender Issues Dalam Cerpen “ The Chrisanthemums” by John Steinback.

Makna simbol chrysanthemums adalah kefeminiman dan sex. Chrysanthemums direpresentasikan sebagai diri elisa sebagai seorang wanita. Chrysanthemums sebagai representasi wanita bermakna bahwa elisa termarginalisasi dan subordinasi.

Marginalisasi adalah perasaan terpinggirkan. Hal ini juga dirasakan oleh tokoh elisa, ia merasa di marginalisasi di kehidupannya dengan wanita-wanita lain. Ia merasa di asingkan. Rumah yang mereka tinggali itu jauh dari rumah lain sehingga tidak memungkinkan bagi elisa untuk mengobrol dengan wanita lain. Itu yang membuatnya frustasi. Ia menginginkan kehidupan yang bebas dan melihat dunia luar yang menurutnya jauh menantang dibanding tinggal di perkebunan.

Subordinasi adalah perlakuan dinomorduakan oleh orang lain. Dalam hal subordinasi, elisa sebagai seorang wanita mendapat perlakuan yang dinomorduakan. Seperti halnya dalam kutipan :

It must be very nice. I wish women could do such things.” / “it ain’t the right kind of a life for a woman”.

“it would be a lonely life for a woman, ma’am and scarey life, too…”

Kutipan tersebut seprti menyiratkan bahwa wanita itu tidak bisa keluar dan jauh dari rumah. Laki-laki seperti henry dan pengelana itu beranggapan bahwa wanita pada jaman tersebut tiak boleh dan tidak akan mampu bertahan didunia luar. Ruang lingkup wanita hanya dirumah.

Pemberian chrysanthemum kepada pengelana untuk dibawa bersamanya kesetiap perjalanan menyimbolkan keinginan diri elisa untuk pergi melihat dunia luar. Awalnya memang pengelana itu menerima bunga pemberian elisa tapi kemudian ditengah jalan ia membuang bunga tersebut. hal tersebut juga menyiratkan bahwa keberadaan bunga hanyalah untuk memperindah dan menghias rumah bukan untuk menemani perjalanan.

Karena chrysanthemum menyiratkan diri elisea, berarti menolak bunga juga sama dengan menolak elisa. Menolak keinginan elisa untuk pergi melihat dunia luar. Ini berarti bahwa wanita dijaman tersebut dianggap sebagai hiasan rumah dan tak bernilai apapun di mata sosial. Bahwa peranan wanita hanya diwilayah domestik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai seorang ibu yang mengurusi keluarga. Perlakuan itu yang tidak adil dimata wanita, mengapa laki-laki bisa dengan bebas keluar rumah dan pergi sedangkan wanita tidak. Ada pembedaan kelas antara wanita dan laki-laki, peranan wanita seolah dinomorduakan dan diabaikan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gender Issues Dalam Cerpen “ The Chrisanthemums” by John Steinback.