Perspektif Epistemologi

Humanisme

Humanisme muncul sebagai upaya mengkritisi keyakinan-keyakinan (terutama mitos dan agama lokal), karena bagi kalangan ini pengetahuan tidak dapat diperoleh (berkembang) jika hanya mengandalkan kepercayaan terhadap kekuatan di luar manusia. Oleh karena itu, bagi mereka manusia harus “mandiri” (otonom) untuk mengatur dirinya sendiri (dengan kata lain, jangan terus diatur oleh “dewa”). Dari pemikiran tersebut, maka kelompok ini mengajarkan agar manusia menjadikan manusia sebagai sentral pemikiran “human centris” (dari manusia, oleh manusia, dan untuk manusia).

Rasionalisme

Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Salah satu peolopor aliran ini adalah Rene Decartes (1596-1650).

Empirisme

Empirisme berasal dari kata Yunani empirikos yang berasal dari kata emperia, artinya pengalaman. Biasanya sumber pengetahuan tersebut dirasakan oleh panca indera. Indera digunakan untuk berhubungan dengan dunia fisik atau alam sekitar kita.

Positivisme

Aliran positivisme adalah lanjutan dari empirisme dan reasionalisme. Tokoh aliran ini ialah August compte (1798-1857). Ia berpendapat bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen.

Intuisisme

Orang fisik yang berkaitan dengan fungsi hati atau intuisi tidak diketahui dengan pasti. Pada praktiknya intuisi muncul berupa pengetahuan yang tiba-tiba saja hadir dalam kesadaran, tanpa melalui proses penalaran yang jelas, dan tidak selalu logis. Intuisi disebut juga ilham atau inspirasi. Henri bergson (1859-1941) adalah tokoh aliran ini. Ia menganggap tidak hanya indera yang terbatas, akal juga terbatas. Objek-objek yang kita tangkap itu adalah objek yang selalu berubah.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perspektif Epistemologi