Reading Report “Sejarah Ilmu di Barat dan di Timur dari Masa ke Masa”

Saya akan menguraikan terlebih dahulu tentang tradisi keilmuan di Barat. Kira-kira di abad ke 6 SM berlangsung zaman Yunani kuno hingga awal abad pertengahan. Zaman ini dianggap sebagai cikal bakal filsafat yang ada hingga sekarang. Mitos-mitos berkembang dalam masyarakat pada zaman itu lalu digantikan dengan logos setelah mitos-mitos yang dipercaya tidak dapat memecahkan masalah kosmologis, seperti misalnya, contoh popular adalah persepsi orang-orang Yunani terhadap pelangi. Dalam masyarakat tradisional Yunani, pelangi dianggap sebagai dewi yang bertugas sebagai pesuruh bagi dewa-dewa lain. Hal ini karena bangsa Yunani mulai berpikir tentang fenomena alam sedalam-dalamnya yang kemudian terus meneliti berdasarkan reasoning power, sehingga meninggalkan mitos-mitos yang ada. Pada zaman ini banyak melahirkan pakar-pakar filsafat seperti Thales (+ 625-545 S.M), Anaximandors (+ 610-540 S.M), Anaximanes (+ 538-480 S.M), Pythagoras (+580-500 S.M), Xenophanes (+570-480 S.M) Heraklistos (+ 540-475 S.M) dan seterusnya yang akan berjasa besar untuk perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Seiring berjalannya waktu, filsafat dijadikan landasan berfikir oleh bangsa Yunani agar ilmu pengetahuan berkembang hingga generasi-generasi selanjutnya.

Sebelum periode Islam sebagai periode pertengahan adalah zaman kegelapan (The Dark Ages) awal mula zaman ini pada abad 6M sampai sekitar abad 14M yang masih berhubungan dengan abad sebelumnya. Zaman ini ditandai dengan adanya tampilan para Theolog di ilmu pengetahuan. Para ilmuwan di zaman ini hampir semua adalah para Theolog. Di zaman ini pula filsafat sering dikenal dengan Anchilla Theologiae atau pengabdi agama, karena aktifitas keilmuan harus berdasar atau mendukung kepada agama.

Eropa dan Barat sedang dalam masa kegelapan, Islam sedang dalam masa keemasan. Pada saat itu perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat di Timur terutama wilayah kekuasaan Islam. Karena Islam sangat mencintai ilmu pengetahuan, peradaban dunia Islam melakukan penterjemahan karya-karya filosof Yunani, sedangkan Eropa pada saat itu lebih berkutat pada isu-isu keagamaan.

Menurut Harun Nasution, keilmuan berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250 M). Keilmuan ini dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis. Kemajuan ilmu pengetahuan pada perdaban islam sekitar abad 6-7 Masehi. Zaman keemasan ini melahirkan ilmuwan muslim seperti Al-H}āwī karya al-Rāzī (850-923), Ibnu Sina (980-1037) menulis buku-buku kedokteran (al-Qonun) yang menjadi standar dalam ilmu kedokteran di Eropa, Al-Khawarizmi (Algorismus atau Alghoarismus) menyusun buku Aljabar pada tahun 825 M, Ibnu Rushd (1126-1198) seorang filsuf yang menterjemahkan karya-karya Aristoteles, Jābir ibn H}ayyān (Geber) dalam bidang kimia. Selain disiplin ilmu, sebagian muslim zaman itu juga menekuni logika dan filsafat, seperti al-Kindī, al-Fārābī (w. 950 M), Ibn Sīnā atau Avicenna (w. 1037 M), al-Ghazālī (w. 1111 M), Ibn Bājah atau Avempace (w. 1138 M), Ibn Tufayl atau Abubacer (w. 1185 M), dan Ibn Rushd atau Averroes (w. 1198 M).

Sekian laporan hasil baca saya yang singkat tentang sejarah keilmuwan di Barat dan di Timur dari masa ke masa. Terima kasih.

Referensi:

Karim, Abdul. 2014. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Fikrah, Vol. 2, No. 1.

Zainuddin, HM. 2013. Sekilas Tentang Filsafat Ilmu. https://www.uin-malang.ac.id/r/131101/sekilas-tentang-filsafat-ilmu.html

Thumbnail source:

https://www.google.com/search?q=history&tbm=isch&ved=2ahUKEwjeiuf2v6joAhXLwnMBHSsqAWMQ2-cCegQIABAA&oq=history&gs_l=img.3..35i39j0i67l2j0j0i3j0l2j0i67j0l2.2245.2245..2637…0.0..0.116.116.0j1……0….1..gws-wiz-img.nDpM-m6HgBA&ei=pmx0Xt6fB8uFz7sPq9SEmAY&bih=627&biw=1326&client=opera&hs=x7E&safe=strict#imgrc=UQXsN1JswZkvxM

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

Leave a Comment