The Color Curtain: “The Western World at Bandung” karya Richard Wright

The Color Curtain adalah karya sastra non-fiksi yang ditulis oleh Richard Wright. Ia adalah seorang penulis asal Amerika yang mengunjungi Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Pada salah satu bab bukunya, terdapat bab yang berjudul “The Western World at Bandung”. Frasa “Western World” adalah metaphor yang ditunjukan dan menjadikan kota Bandung sebagai tempat yang terbaratkan, karena pengaruh Barat meresapi konferensi Asia-Afrika, bahwa bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi utama pertemuan.

Bahasa Inggris dijadikan bahasa utama daripada bahasa Perancis karena keegoisannya terhadap ras kulit hitam dan merupakan simbol perlawanan atas imperialism. Seperti yang dinyatakan oleh Wright “The Western world was at Bandung in a way that could not be denied; it was on everybody’s tongue, for the English language was the dominant language of the Conference. But they knew that they had to have an auxiliary language, and English had been chosen”.

Muncul juga tema-tema yang berkaitan seperti ekonomi, politik, ras, religi dan komunism. Munculnya tema-tema tersebut tidak lepas dari penggunakan bahasa Inggris-Amerika yang menjadi simbol persamaan nasib antara bangsa Asia dan Afrika, yang sedang berinteraksi dengan dunia, ingin suara mereka didengar, agar penjajahan lenyap di muka bumi. Pada saat itu masih mengalami struggle untuk mendapatkan kemerdekaan meskipun penggunakan logat bahasa Inggris yang digunakan cenderung unik karena berbeda dengan logat yang dituturkan oleh Richard Wright.

Bandung juga dikatakan alien karena adanya kekuatan asing yang memaksa Bandung dan delegasi-delegasi Asia Afrika untuk berbahasa. Bandung yang sebenarnya hanya sebuah kota mewakili suara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Suara Bandung adalah suara setiap negara-negara peserta konferensi. Majas pars pro toto digunakan dalam tulisan ini, secara singkat, pars berarti part atau sebagian, atau satu hal kecil. Toto artinya total, atau semuanya. Secara mendasar sebagian mewakili keseluruhan. Bandung menjadi tempat dua benua, Asia-Afrika untuk lebih memerdekakan negaranya masing-masing, selain itu Bandung menjadi ‘western’ bagi Wright sendiri karena dia seorang ‘foreign’ di Bandung, juga menjadi western bagi delegasi-delegasi Konferensi Asia-Afrika.

Berkaitan dengan Wright seorang foreign atau asing Steven Green pernah menyatakan bahwa sastra tidak bisa terpisah dengan teks apapun. Travel writing merupakan perwujudan dari keterasingan seseorang ketika ia berada di tempat yang belum pernah kunjungi sebelumnya. “Travel writing defined by interactions of human with words”. Umumnya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang si penulis belum pahami. Travel writing tidak hanya terkait dengan sejarah atau peristiwa yang terjadi tetapi juga manusia yang membuat sejarah terjadi.

Atmosphere yang ada dalam tulisan Wright seakan mengatakan bahwa Bandung adalah rumah bagi manusia tanpa mengenal adanya perbedaan ras. Namun secara simbolis, Bandung bermakna beyond itself artinya Bandung bukan Bandung lagi yang kita pahami, Bandung bisa bermakna apapun. Bandung foreign karena berbahasa Inggris (American English), Bandung itu Asia Afrika, Bandung itu dunia karena sebagaimana Wright yang sedang berinteraksi dengan dunia yang diwakili Bandung, ini adalah arah fungsi travel writing, interaksi antara manusia dan dunianya. Wright menjelaskan, jika kita berada di tempat asing maka kita merasakan keterasingan kita. Kita merasakan bahwa kita orang asing di tempat itu. Yang asing disana telah mengasingkan kita. Yang kemudian keterasingan ini di bentuk dan direpsentasikan Richard Wright lewat sebuah tulisan berwujud travel writing.

Sekian pemahaman saya mengenai The Color Curtain: “The Western World at Bandung” karya Richard Right yang merupakan tugas dari kuliah online saya di mata kuliah Non-Fiction yang diajar oleh pak Pepen Priyawan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

1 thought on “The Color Curtain: “The Western World at Bandung” karya Richard Wright”

Leave a Comment