Walden: “What I Lived What I Lived For” by Henry David Thoreau

Pemahaman awal dan singkat mengenai tulisan Thoreau.

“There i might live, i said; and there i did live, four an hour”

dari kalimat ini dalam imajinasi Thoreau seperti dia hidup selama satu jam. Di frasa selanjutnya semakin terlihat imajinasinya “a summer and a winter life”, karena tidak mungkin musim panas berubah ke musim dingin dalam satu jam. Dari pendahualuan yang telah dosen paparkan, karena semua rangkuman Thoreau merupakan imajinasi, Thoreau ini bisa saja sedang duduk di suatu ruangan atau duduk di suatu rumah. Dan dia berimajinasi saat sedang diam pada posisi malam pergantian musim. “Saw how I could let the years run off” terdengar seperti ada penyesalan yang berarti mengkritik diri sendri tentang tahun tahun yg berlalu ketika melewati musim dingin.

Jika disimpulkan, kalimat “Well, there I might live, I said; and there I did live, for an hour, a summer and a winter life; saw how I could let the years run off, buffet the winter through, and see the spring come in.” Thoreau seperti ingin menembus tapal batas waktu, seperti meniadakan waktu, karena saat bicara musim ke musim itu dia rangkum dalam satu jam, dan disitu seperti ada sebuah penyesalan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on tumblr

YOU MIGHT ALSO LIKE

Leave a Comment